Prof. Amir Mu’allim, MIS: Guru Besar adalah Referensi Pengembangan Keilmuan

2015-12-07 20:42:39 - Posted by admin - Hits : 1591
Prof.  Amir Mu’allim, MIS: Guru Besar adalah Referensi Pengembangan Keilmuan

Guru besar diharapkan mampu memberikan sumbangsih untuk kemajuan bangsa. Dalam konteks tersebut perlu diadakan forum pertemuaan guru besar untuk membahas hal dimaksud. Berkaitan dengan itu, Prof. Dr. H. Amir Mu’allim, MIS. (Guru Besar FIAI), mengikuti Konferensi Guru Besar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di The Media & Tower Hotel Jakarta, Ahad-Selasa, 17-19 Shafar 1437 H/29 November-01 Desember 2015.

            Pertemuan yang baru pertama kali diadakan tersebut diprakarsai oleh Direktorat PendidikanTinggi Islam (Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) RI. Hadir sebagai keynote spekear Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin, selaku Meteri Agama RI. Selain itu, sebagai narasumber utama, Prof. Dr.Azyumardi Azra, MA.,dan Prof. Dr. Phil. Kamaluddin Amin, MA.

Prof. Dr. Phil. Kamaluddin Amin, MA., selaku Direktur Pendis memiliki harapan besar dengan diadakannya konferensi tersebut. “Dengan jumlah guru besar yang banyak, model pendidikan yang distingtif serta sumber daya manusia yang mendukung, Indonesia kedepan akan menjadi pusat studi Islam dunia,” ungkap guru besar UIN Alauddin Makassar tersebut sebagaimana dikutip dari laman diktis.kemenag.go.id.

Dalam forum tersebut muncul wacanabahwa guru besar semestinya menduduki jabatan penting yang berkaitan dengan akademik. Prof. Dr. H. Amir Mu’allim, MIS.,angkat bicara dengan mengatakan bahwa UII telah memiliki contoh nyata. Dimana dia saat ini menjabat sebagai Ketua Program Studi Hukum Islam. Hal ini sangat strategis bagi seorang guru besar untuk mengejewantahkan keilmuannya untuk pengembangan program studi.

Bagi Prof. Amir—begitu dia biasa disapa—guru besarseharusnyamemiliki kelebihan dalam bidang riset. Selain itu untuk konteks PTKI, guru besar tidak boleh melupakan core values of Islamic studies. “Guru besar juga merupakan aura akademik dari sebuahinstitusidan karenanya guru besar menjadi referensi penting untuk pengembangan keilmuan,” tuturnya menyarikan hasilKonferensi Guru Besar di Jakartatersebut.

Prof. Amir saat ini adalah satu-satunya guru besar aktif yang dimiliki FIAI. FIAI sendiri di UII adalah satu-satunya fakultas yang bernaung di bawah Direktorat Perguruan Tinggi Islam (Diktis). Karenaitulah, Prof. Amir berharap supaya FIAI segera menambah guru besarnya. Dalam menunjang hal tersebut perlu dibentuk tim khusus untuk percepatan guru besar.H/25(Samsul Zakaria)


Print   Bookmark and Share

Related News :