Perkuliahan

Setiap awal semester, mahasiswa yang telah melakukan registrasi diwajibkan mengajukan rencana kuliah dan rencana ujian yang dicantumkan dalam Kartu Rencana Studi (KRS) atau Kartu Rencana Ujian (KRU). Waktu pengisian KRS/KRU didasarkan atas kalender akademik dan dilakukan sendiri oleh mahasiswa dengan cara memasukkan data secara langsung ke dalam komputer melalui anjungan di fakultas atau melalui internet.

  1. Pengisian KRS/KRU Mahasiswa Baru
    Ketentuan:
    a. Telah melakukan registrasi.
    b. Pengisian KRS dilakukan operator.
    c. Jumlah SKS yang dapat diambil ditentukan secara paket sebanyak 20 SKS untuk program studi Ahwal Syakhshiyyah, 19 SKS untuk program studi Pendidikan Agama Islam, dan 21 SKS untuk program studi Ekonomi Islam.
    Adapun matakuliah yang diambil oleh mahasiswa baru (Semester I) dapat dilihat pada lampiran sebaran matakuliah per semester.
  2. Pengisian KRS/KRU Mahasiswa Lama Aktif Kuliah
    Ketentuan:
    a. Telah melakukan registrasi.
    b. Memenuhi jadwal bimbingan dan jadwal pengisian (key in) yang ditetapkan.
    c. Lunas semua kewajiban keuangan yang telah ditetapkan, baik uang kuliah maupun Sumbangan Catur Dharma.
    d. Jika mahasiswa kesulitan di dalam memilih matakuliah, dapat berkonsultasi dengan Dosen Penasehat Akademik yang ditunjuk.
    e. Mengisikan secara langsung ke komputer mata kuliah yang diambil sesuai jatah SKS, dan meminta print out isian KRS kepada operator   Fakultas/Jurusan/Prodi setelah selesai mengisi KRS.
    f. Perubahan isian KRS, baik perubahan mata kuliah maupun kelas, hanya dapat dilakukan pada masa revisi KRS yang ditetapkan.
    g. Pengisian dapat dilakukan melalui anjungan yang disediakan oleh fakultas atau melalui website http://www.uii.ac.id/uii-ras/
    i. Mahasiswa yang mengambil KKN harus mencantumkan matakuliah KKN lengkap dengan bentuk KKN yang dipilih pada KRS.
    1) Bagi mahasiswa mengambil KKN Reguler 1, tidak boleh mengambil mata kuliah pada semester reguler.
    2) Bagi mahasiswa mengambil KKN Reguler 2, hanya diperbolehkan mengambil maksimum 3 mata kuliah dan tidak boleh mengambil mata kuliah studio/Praktikum/ Kerja Praktek.
    3) Bagi mahasiswa mengambil KKN Ekstensi, KKN Mandiri atau KKN Kemitraan, diperbolehkan mengambil mata kuliah sesuai dengan jatah SKS termasuk SKS KKN.
    4) Bagi mahasiswa mengambil KKN Reguler 1 atau KKN Reguler 2 pada Semester Genap, dan pelaksanaan KKN tersebut bersamaan dengan pelaksanaan Semester Pendek, tidak diperkenankan menempuh Semester Pendek.
    5) Bagi mahasiswa yang mengambil KKN (khususnya Reguler 2, Ekstensi, Kemitraan dan Mandiri) dan mengambil mata kuliah pada semester reguler tidak diperbolehkan izin tidak aktif karena alasan mengikuti KKN.
    j. Bagi mahasiswa yang telah tutup teori tetap diwajibkan mencatumkan skripsi pada KRS setiap semester sampai dengan menjelang munaqasah.
    k. Bagi mahasiswa yang sedang Skripsi hanya diperbolehkan mengambil maksimum 3 mata kuliah selain Skripsi.
    l. Bagi mahasiswa yang tidak mengisi KRS dan tidak mengambil cuti, dianggap cuti tanpa izin dan dikenakan beban pembayaran 12 SKS.
  3. Pengisian KRS/KRU Mahasiswa Setelah Cuti Akademik/Aktif Kuliah Kembali
    Ketentuan:
    a. Memenuhi ketentuan aktif kembali (Bab V butir D)
    b. Syarat pengisian KRS/KRU sama dengan syarat pengisian bagi mahasiswa lama (point 2).
    Bagi mahasiswa yang mempunyai izin cuti kuliah, jatah SKS didasarkan pada jatah semester terakhir sebelum cuti, sedangkan bagi mahasiswa yang tidak mempunyai izin cuti kuliah, jatah SKS maksimum 12 SKS.
  4. Pengambilan Matakuliah
    Pengambilan matakuliah pada setiap semester dianjurkan untuk berkonsultasi dengan Dosen Pembimbing Akademik (DPA) pada waktu yang telah ditentukan. Sesudah habis masa revisi, matakuliah yang sudah didaftarkan tidak dapat diganti atau dibatalkan. Untuk membantu dan memudahkan mahasiswa dalam merencanakan studi, disusun pedoman urutan pengambilan matakuliah untuk tiap semester.
    Ketentuan Pengambilan SKS Mahasiswa
    a. Jumlah pengambilan SKS berdasarkan pada hasil gabungan IP semester n?1 dengan IP komulatif.
    b. Batas jumlah minimal?maksimal SKS yang dapat diambil oleh mahasiswa adalah: 12?24 SKS (lihat tabel jatah SKS).
    c. Pengambilan SKS untuk mahasiswa aktif kembali berdasarkan gabungan IP semester terakhir aktif dengan IPK (berdasarkan perhitungan semester terakhir aktif).
    d. KKN/Skripsi tidak diperhitungkan sebagai beban dalam perhitungan dan pengambilan SKS.
    e. Matakuliah yang nilainya pada rapat yudisium belum keluar tidak diperhitungkan dalam pengambilan SKS (SKS dan bobotnya di nolkan).
    f. Matakuliah dengan nilai F (pada matakuliah yang tidak memenuhi komponen?komponen penilaian) diperhitungkan sebagai beban dalam pehitungan IP.
    g. Matakuliah non?SKS tidak diperhitungkan sebagai beban pengambilan SKS, tetapi harus dicantumkan dalam KRS.

Print   Bookmark and Share